rezamaulana.com

rezamaulana.com

kaka-kaka mahasiswa penggiat RPL yg berbahagia..(eciee!), berikut ebook software engineering selain slide dari bapak dan swebok yg biasa kita jadikan rujukan waktu kuliah dari awal sampai akhir pertemuan semoga bermanfaat :

Software Engineering By Roger Pressman part 1

Software Engineering By Roger Pressman part 2

Software Engineering By Roger Pressman part 3

A Lifecycle Approachnya Om Pratap

Software Engineering David Gustafon Schaum series

buku ini sy pilih krn selain memang dijadikan rujukan, juga bahasanya yg garing renyah dikunya(hapa-hapaan ini dikunyah..??) maksudnya bahasa kata perkatanya mudah dipahami,  jadi selain merujuk ke ketiga judul buku itu liat juga www.swebok.org trus kalau mau lebih afdhol cari juga buku Software Engineringnya kak Ian Sumerville(sok akrab) edisi 8 kalau bisa, kalau ada yg bisa dapat bagi ke saya juga hehe.. soalnya sy belum dapat di “pasar gelap”
(i mean bhajackan booknya hehe),

keterangan: bukunya kak pressman yg 3 part adalah satu kesatuan harus didownload semua baru bisa kebuka, trus bukunya om pratap harus diektrak dulu ya baru bisa dibaca..!

oke terakhir sy mau mengutip perkatannya kak pressman (*sok akrab banget), dia pernah bilang begini dalam rilisnya “that we tried over the past quarter century have taught us that: we work in a field in which uncertainty (about user requirements, business needs, methodological approach among others) pervades the process from front to back”

iya memang betul ya kalau dipikir2  profesi kita sebagai software developer, para penggiat software enginering itu sebenarnya kita bekerja di wilayah dimana ada uncertainty ketidakpastian entah itu tentang requirement lah ,tentang kebutuhan bisnis client kita nantinya lah, metode pengembangan softwarenya lah ,dll. ilmunya bukan ilmu pasti, jangankan tentang itu semua, buku-buku rujukannya saja termasuk bukunya kak pressman di atas kalau kita baca bahasanya banyak yang abstrak, bikin tidak mudeng bikin kita malas bacanya.., jarang menjelaskan pendekatan teknis yg tegas dalam software development..

makanya waktu belajar rpl di kelas dulu memang saya interest tapi sekaligus sanksi apa memang betul kita butuh belajar RPL berjam2 dalam membuat software nantinya..??,

nah barulah di pertemuan2 akhir matakuliah RPL waktu masuk di bagian management proyek, sy mulai sadar kalau ternyata RPL itu keren dan sy berani bilang kalau RPL itu core-nya Informatika, dan saya lebih sadar lagi di semester2 akhir waktu sy mulai terlibat dalam sebuah software project kalau ternyata RPL itu adalah mata kuliah uang,
dicatat ya!!! dikelas juga sy selalu bilang..:

“RPL ITU MATAKULIAH UANG”.
(*ingat ya kutipan kata2 barusan tidak akan teman-teman dapatkan di bukunya pressman, ian sumerville atau philip crosby ..hehehe, hanya ada di www.rezamaulana.com soalnya krn rpl sy bisa kerja proyek2 prestisius jutaan rupiah lho yah..! hehe)

baik.., dalam menerapkan metodologi2 dlm RPL kita tidak harus kok kaku mengikuti document laden nya swebok, paham maksud saya? qaqa pressman pernah bilang lagi:
“I do believe, as well, that we must continue to be disciplined in the way we build software. Very bad things happen if we’re cavalier about it. But “discipline” does NOT translate into ponderous, or document laden, or method specific. It does mean that we must do the core things (analysis, design, construction, testing, QA, etc.) well”
[terjemahkan sendiri!!!]

kita tidak harus mengikuti aturan swebok secara textbook seperti misalnya dalam requirement, kita tidak harus pergi beberapa kali ke klien bertanya dengan pertanyaan kaku yg sudah kita list dari rumah, kita bisa kok bertanya kepada orang lain yg seprofesi dengan klien kita, kalau misalnya klien kita itu sangat-sangat terlalu awam dalam komputer sampai klo kita bertanya jawabannya agak tidak nyambung dengan kebutuhannya, iya kan..?? kata pressman pokoknya perhatikan saja intinya yakni analisis, design, konstruksi, testing,QA dll.., betul tidak..??

nah akhirnya setelah belajar RPL itulah dan menerapkannya di beberapa project dulu, jadinya software yg kami bangun pun menjadi mudah dan cepat diselesaikan, pegal2 di punggung kami akhirnya hilang seketika, dan rumah tangga kami pun menjadi semakin harmonis (dilarang ketawa..!)

terakhir nih terakhir!! (dari tadi terakhir terus..) lagi2 sy mau mengutip tulisannya kak presman:

“every generation of software developers thinks that the “old school” is, well, old, and inapplicable to the work they do (they are wrong, of course, but you can’t convince them of that).”
[sekali lagi terjemahkan sendiri!!!]

sumber: www.rezamaulana.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *