rezamaulana.com

rezamaulana.com

future
future

sob Masih ingat ketika jaman apartheid dimana orang2 bertindak rasis atau membeda2kan warna kulit?

Dahulu dalam banyak hal orang hitam dianggap tdk sederajat dengan orang kulit putih.. Pokoknya rendah banget, dalam hal pemukiman, orang hitam dianggap tdk pantas tinggal di wilayah kulit putih, mereka tdk boleh ikut main bola dgn kulit putih, ada even2 mereka tdk boleh hadir, pokoknya rasis lah,

Hehe masih ingat? dahulu itu semua dianggap wajar, normal dan biasa-biasa saja,waktu itu tidak banyak yang sadar hanya segelintir orang saja yang sadar dan memperjuangkan kesadarannya (diantaranya neilson mandela) yang lain belum sadar,

sekarang? Nelson mandela dieluh-eluhkan sebagai seorang visioner yg berani menetang tindakan-tindakan kolot manusia jaman dulu (rasisme -red), nah skarang kita bisa menertawai apa yang terjadi di jaman itu, kenapa cuma satu orang yang sadar, yang lain kemana semua, kenapa belum sadar2, padahal pemikiran tentang persamaan kemanusiaan,hak dan ras adalah pemikiran sederhana kan? Kenapa cuma segelintir orang yg sadar kenapa? hehe

Penjajahan, tau tdk kenapa rakyat indonesia dulu lama banget dijajah? Sebenarnya kita lama terjajah bukan krn apa2 tapi krn kita dahulu memang tdk sadar kalo kita itu sedang dijajah hehe, dahulu orang2 menganggap smuanya normal,lumrah tdk ada yg aneh, kebanyakan orang menganggap mereka hidup seperti biasanya,bekerja, membuat jalanan, menanam padi lalu hasilnya disetor ke kompeni(belanda), nah baru setelah beberapa lama (kita dijajah) mulailah muncul tokoh2 yg mulai sadar jmlhnya tdk banyak, mereka adalah orang2 indonesia dr kalangan tokoh islam yg baru pulang dr menunaikan ibadah haji, maka jadilah mereka sebagai tokoh2 perjuangan pertama, nah, skarang kita jg bisa menertawai masa itu hari ini kenapa kita lama banget sadar kalo kita itu dijajah?

Itu hanya sedikit hal yg dulunya dianggap biasa tapi kemudian kita menertawainya sekarang hehe

Dan hehe kemudian saya mulai memperkirakan kalau kelak bisa jd kita juga akan menertawai hari ini atas beberapa hal berikut:

  • Demokrasi
  • Demonstrasi
  • Kampunganisasi

*****

1. Demokrasi

Heran, Sampe skarang bisa yah demokrasi dianut manusia? Padahal kalo difikir2 bisa-bisanya orang berfikir untuk memilih dan menunjuk beberapa orang wakil mereka untuk membuatkan aturan hidup mereka sendiri, hinih haneh hehe, mereka wakil ditunjuk untuk merancang peraturan hidup suatu bangsa, mengatur keuangan, anggaran negara, membuat aturan2 negara mereka sendiri..

Coba deh mikir masa ada manusia menunjuk perwakilan mereka manusia yg notabene cenderung kepada hawa nafsu dan kekurangan utk membuat aturan hidup manusia? Hinih haneh, pastilah sangat mungkin sang wakil tersebut akan membuat aturan yg menguntngkannya dan membuat aturan yg sesuai dgn hawa nafsunya sebab sudah jadi fitrahnya manusia dipenuhi oleh hawa nafsu, misalnya dlm membuat anggaran keuangan, pastilah manusia si pembuat aturan td cenderung akan menyusun anggaran belanja negara sesuai dgn kepentingannya masing2, akan  membuat anggaran utk menaikkan kesejahteraannya sendiri misalnya, menganggarkan pembelian ini-itu misalnya utk kepentingannya, Menaikkan gajinya sendiri.. dst

Selain itu sistem rekruitmen wakil td juga jg sangat primitif, masa utk menjadi wakil manusia harus mengeluarkan duit yg banyak, kalau difikir2 kan jadi wakil manusia itu berat, si wakil lah yg bekerja utk manusia yg diwakili, tp kenapa yg mau kerja itu yg menggelontorkan duit? Hinih haneh, berarti ada sesuatu kenapa orang rela berkorban banyak untuk bekerja, alasan tulus untuk kemanusiaan? rasanya bukan deh mengingat jaman ini kan jaman newtonism, lagipula mereka kan bisa mensejahterakan satu kampung dengan duit semilyard yang mereka pakai kampanye misalnya, mustahil kebanyakan orang berfikir kyk begitu, kalau dia sampai mau berkorban duit milyaran rupiah pasti ada yg diharapkan lebih dari itu ketika tujuannya tercapai menjadi wakil manusia.. Apa coba? “balik modal”

Padahal dari sisi akal sehat, kita kan punya hukum agama yang bersumber dari Tuhan, yakni syariat Allah Tabaraka wa Ta’ala , kenapa manusia tidak mau mikir kalau Allah lebih tau tentang kita dari pada kita sendiri tau tentang diri kita sendiri? Kenapa kenapa? Hukum agama sudah mutlak kebenarannya turunnya dari langit, tidak mungkin tercampur oleh hawa nafsu dari sifat2 ke-manusia-an yg serba lemah, syahwatisme dan kurang yang dipenuhi hawa nafsu seperti hukum yang manusia buat saat ini, hukum agama yg turun dari langit itu sudah jelas dan lengkap aturan di dalamnya dan sdh terbukti membawa kedamaian,keteraturan dan kesejahteraan.. Tapi kenapa kenapa?

2. Demonstrasi

Menurut saya esensi dari pemerintahan dan kepemimpinan adalah dukungan dan loyalitas yg terpimpin kepada yg memimpin, jadi menurut teori sy ini, tidak ngaruh siapa pun pemimpin suatu negara mau orang bodoh, Orang rendahan itu sama saja semuanya tergantung dari yg dipimpin itu mendukung atau tdk, sebab orang2 yg bekerja sebenarnya adalah bukan pemimpin sendirian tp orang2 suruhan pemimpin,yakan? Kebanyaman pimpinan hanya mengikuti protap(prosedur tetap) kepemimpinannya, mengikuti alur kerja standar saja, sekalipun dlm menetapkan kebijakan sebenarnya bukan pemimpin tp penasihat lah yang jadi desicion maker,orang2 yg bekerja di belakang pemimpinlah yg kebanyakan berfikir dan bekerja.

Lah kita skarang kalau ada celah sedikit saja dr pemimpin kita kebanyakan orang langsung memvonis si pemimpin itu buruk jelek, harus diganti, yaterus kalau diganti mau diganti dengan siapa? Apa yg pengganti itu lbh baik dr yg diganti? Iya? Bukannya menciptakan perbaikan yg ada malah keburukan, pemberontakan, demonstrasi hanya menimbulkan kerusakan besar, saling menjelek-jelekkan, terjadi kerusakan fasilitas umum bahkan korbanjiwa dan kerusakan besar lainnya, makanya mungkin saja kelak kita akan menertawai hari ini.

3. Kampunganisasi

Pakaian misalnya, kita biasanya tertawa kecil ketika melihat gaya pakaian jadul orang dulu, padahal pakaian yg itu dulu yg dianggap paling keren, tapi bukan itu sebenarnya yg sy jadikan point of view nya tapi saya teringat dulu ketika orang yg berpenampilan muslimah itu jumlahnya sangat sedikit sekali, cadar misalnya, masih ingat tidak beberapa lama dahulu kalau pakaian niqob cadar atau purda sangat terlihat aneh banget di indonesia? Baru sekitar 4-5 tahun yang lalu wanita muslimah yg bercadar dianggap asing dan di-sinis-i mungkin, tapi sekarang hal begitu sudah biasa di jalan2 atau di tempat2 umum,

Sangat mungkin sekali suatu hari nanti kita atau anak cucu kita di masa peradaban nanti akan menertawai orang2 yg tidak berhijab dan memamerkan aurot, sangat mungkin sebab tahukah anda kalau di jaman dulu wanita2 bangsawan kolonial ingris atau permaisuri ingris mengenakan cadar? Iya karena mereka menganggap kalau wanita terhormat lagi ningrat harus selalu dijaga dan dihijabi dari pandangan manusia

Nah dari ketiga hal tsb di atas saya membayangkan suatu hari nanti anak cucu kita mungkin akan mempelajari peradaban kita saat ini, sy membayangkan mereka dalam sebuah darma wisata ke museum di masa depan, mereka (anak cucu kita) akan melihat peradaban kita saat ini yg sudah mereka anggap primitif dan lucu, dimana guru mereka akan menjelaskan 3 hal tadi;

“anak2..! jaman dahulu orang2 memiliki hukum yang sangat primitif anak2..! mereka jaman dahulu memiliki yg namanya parlemen dimana mereka memilih wakil rakyat lalu wakil rakyat tadi membuat hukum, jadi anak-anak.. Beberapa orang ditunjuk untuk membuat aturan hidup untuk banyak orang”
dan saya membayangkan anak2 yg hadir saat itu akan tertawa dan berkata “hukum bagaimana ceritanya dibuat oleh manusia, trus manusia sendiri yang menjalankannya, hehe”

Dan kemudian sy membayangkan lagi si guru (di masa depan) akan berkata kepada anak cucu kita nanti “anak2 dahulu kala pemimpi itu gampang banget digulingkan, semua orang bebas berkoar-koar berteriak2, sedikit-sedikit demonstrasi, walau pun dia tidak tau masalah,walaupun orang yg tidak mengerti masalah dalam pemerintahan pun bisa mengkritik pemimpin, sehingga kesalahan sedikit saja dari pemimpin mereka langsung mau mereka gulingkan, sehingga jaman dahulu kala, mereka sering banget ganti pimpinan, saling kudeta mengkudeta, yg menimbulkan banyak korban jiwa” lantas anak2 pun tertawa geli lagi hehe

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *